Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Cara Membuat Kru Film Pendek Tetap Solid dan Kompak

Gak sedikit dari kita yang membuat film pendek tapi malah berantem sama kru sendiri. Ujung-ujungnya, film pendek tersebut malah jadi film yang gagal karena dari awal sudah bermasalah dengan kru. Kira-kira gimana solusinya untuk membuat kru film pendek tetap solid dan kompak ya? Yuk simak artikel berikut ini!

film-pendek
syuting film pendek via ahmadjoni.com

ahmadjoni.com - Hai, Saya Ahmad Joni. Bagi sebagian besar orang yang memiliki minat yang sama di bidang film, membuat film pendek adalah kesenangan tersendiri. 

Lewat membuat film pendek, kita bisa mempelajari bagaimana membuat film pendek yang baik. Biasanya, saat membuat film pendek, kita membentuk kru kecil yang terdiri dari beberapa orang. 

Biasanya, kru tersebut akan dibagi tugas menjadi beberapa jobdesk, seperti sebagai produser, penulis naskah, sutradara, hingga editor. Nantinya jobdesk-jobdesk tersebut akan bekerja sama untuk membuat film pendek tersebut.

Nah, yang jadi masalah adalah, tidak sedikit cerita tentang ributnya para kru saat proses produksi film pendek. Bahkan, tak sedikit juga yang sampai baku hantam cuma gara-gara beda visi-misi di dalam kru film pendek tersebut.

Lantas, gimana sih cara membangun kru film pendek agar tetap solid dan kompak? 

Nah berikut cara membangun kru film pendek agar tetap solid dan kompak:

1. Produser Memiliki Kapasitas Sebagai Pemimpin

Dalam membuat film pendek, orang yang bertanggung jawab secara keseluruhan baik saat proses pra produksi, produksi dan pasca produksi adalah produser. Selain itu, produser juga memiliki tanggung jawab secara etika dan moral untuk menjaga hubungan para kru agar tetap solid dan kompak.

Untuk itu, diperlukan jiwa kepemimpinan pada diri produser agar para kru memiliki rasa 'dilindungi'. Dengan rasa dilindungi tersebut, para kru film pendek akan merasa nyaman saat melakukan proses pembuatan film tersebut. 

Contoh, ketika anda akan membuat film pendek di sebuah pasar, seorang produser harus berdiri paling depan dalam proses perizinan dan memastikan proses produksi berjalan dengan lancar. Jika ada kendala saat proses produksi seperti kelistrikan, keamanan dan lain-lain, produser bisa langsung mencari solusi. Hal tersebutlah yang akan membuat para kru merasa nyaman dan dilindungi.

Selain itu, memiliki kapasitas pemimpin dalam diri produser sangat diperlukan sebab produser harus dewasa saat bersikap. Sikap dewasa tersebut sangat diperlukan, terutama saat para kru sedang memanas.

Seperti yang sudah disampaikan sebelumnya, dalam proses produksi film pendek memang tak sedikit antar kru ribut bahkan baku hantam hanya karena perbedaan visi-misi. Di dalam situasi tersebut, dibutuhkan sosok produser yang mampu menengahi suasana hingga menjadi cair dan rileks kembali. 

Sebagai produser, anda tidak boleh memihak kepada salah satu kru anda secara subjektif. Anda harus memandang kru anda sebagai sesuatu yang objektif. Jangan menyalahkan satu dan lain. Namun, sebagai produser anda bisa mengevaluasi tahap produksi tanpa harus menyalahkan kru apalagi sampai menyerang secara personal.

2. Sutradara Lebih Terbuka Menerima Masukan

Dalam proses produksi film pendek, orang yang memegang kendali para kru dan bertanggung jawab terhadap hasil filmnya adalah sutradara. Sutradara mengomandoi seluruh kru saat proses produksi.

Dalam proses produksi film pendek, tak jarang para kru memberi masukan-masukan terkait produksi film. Masukan-masukan tersebut mulai dari ide, pengambilan gambar hingga proses editing.

Nah, sebagai sutradara, kamu harus lebih terbuka menerima masukan-masukan dari tim produksi. Kamu perlu mendengar masukan-masukan tersebut, dan mempertimbangkan setiap masukan-masukan dari para kru sebagai keputusan akhir darimu. 

Namun, kamu perlu ingat! Sebagai sutradara, kamu perlu memiliki visi dan misi terhadap film yang akan kamu produksi. Istilahnya, kamu memiliki tujuan film tersebut akan dibawa kemana, akan dibuat seperti apa. 

Jika masukan-masukan dari para kru masuk akal dan bisa digunakan untuk menunjang film yang sedang kamu produksi, apa salahnya mempertimbangkan saran tersebut. Namun, jika saran-saran tersebut tidak sesuai dengan visi-misimu, kamu boleh untuk menolaknya, namun dengan cara yang baik dan tidak menyakitkan hati.

3. Komunikasi Positif Itu Penting!

Membuat film pendek, apalagi untuk pemula, jauh berbeda dengan membuat film panjang secara profesional. Jika pada produksi film panjang masing-masing para kru mendapatkan bayaran dari setiap pekerjaannya, berbeda dengan film pendek yang tak jarang justru para kru yang harus merogoh kocek dari kantongnya (alias iuran) untuk memastikan produksi film pendek tersebut berjalan dengan lancar.

Nah karena masing-masing kru iuran itulah, mereka merasa memiliki hak untuk menyampaikan pendapat dan masukan terhadap film pendek yang akan diproduksi. Yang terjadi, jika masukan-masukan tersebut ditolak, di sanalah mulai terjadi konflik dalam tim produksi film.

Untuk itu, komunikasi positif itu sangat penting. Seluruh tim produksi, terutama produser dan sutradara harus berkomunikasi secara positif ke seluruh timnya. 

Komunikasi positif itu bisa dimulai dengan sutradara atau produser mendengarkan seksama ketika salah satu kru produksi memberikan masukan. Sebagai sutradara atau produser, kamu bisa mempertimbangkan masukan tersebut jika memang sesuai visi-dan misi kreatifmu. Sebaliknya, jika tidak sesuai dengan visi-misimu, kamu boleh menolaknya dengan halus disertai alasan-alasan logis sehingga kru-mu bisa menerima penolakan tersebut dengan lapang dada.

Selain itu, sebagai produser atau sutradara, kamu bisa memberikan kalimat positif saat proses produksi. Kamu jangan segan untuk memuji kru-mu jika memang yang Ia kerjakan itu bagus. Kamu juga bisa memberikan masukan dengan santun terhadap kru-mu yang bekerja kurang baik.

4. "Ini Adalah Film Kita"

Memproduksi film adalah tentang kebersamaan. Untuk itu, sebagai produser ataupun sutradara, kamu bisa memperkuat solidaritas dan kekompakan tim produksi filmmu dengan mengatakan "ini adalah film kita!", atau dengan kalimat lain yang kiranya sesuai.

Memunculkan rasa "memiliki" terhadap film pendek yang sedang diproduksi akan membuat solidaritas dalam kru film semakin terjaga.

5. Memahami Tugas Masing-masing

Hal yang sering memicu pecahnya kru produksi bahkan sampai baku hantam adalah karena para kru sering "merebut" tugas anggota kru lain. 

Contoh, cameraman yang ikut campur dalam proses artistik. Jika memang kru film kita sedikit sih tidak masalah, namun jika kru film kita cukup banyak, campur tangan orang lain akan menjadi masalah tersendiri.

Solusinya: Jika kru film cukup banyak, kita hanya perlu fokus memahami tugas masing-masing. Jangan mengganggu tugas orang lain, karena itu bisa merusak proses kreatif yang sudah Ia bangun. Sebaliknya, jika kru film kita sedikit, sebagai kru kita boleh membantu yang lain. Contoh, cameraman boleh membantu proses artistik. 

Namun ingat! Kita memang boleh membantu kru lain, tapi kita tidak boleh merusak proses kreatif dan konsep yang sudah mereka susun. Kita membantu saja sesuai arahan dan konsep yang sudah dibuat sebelumnya.

6. Saling Percaya

Selain memahami tugas masing-masing serta saling membantu satu sama lain sesuai porsinya, untuk membuat kru film tetap solid dan kompak kita harus saling percaya pada jobdesk masing-masing.

Biasanya, faktor penyebab sebuah kru film pendek tidak solid adalah karena tidak adanya rasa saling percaya antar kru. Contohnya, kita sebagai penulis naskah misalnya, tidak mempercayai sutradara mampu mengeksekusi naskah kita dengan baik. Atau, kita sebagai sutradara tidak mempercayai sinematografer mampu menciptakan gambar dengan baik.

Hal-hal seperti ini yang harus dihindari, sebab rasa tidak percaya inilah yang akan menjadi bibit-bibit perselisihan dalam tim, termasuk dalam proses produksi film pendek.

Untuk itu, dalam memproduksi film pendek, kita harus mempercayai teman satu tim kita bahwa mereka bisa melaksanakan jobdesknya dengan baik. Maka dari itu, diskusi, membuat konsep dan desain produksi yang matang membantu kita untuk membuat film pendek yang menyamai ekspektasi kita.

Nah, itulah pembahasan tntang cara membuat kru film pendek tetap solid dan kompak. 

Oh ya, jangan lupa subscribe channel youtube Ahmad Joni untuk update tutorial seputar produksi film, sinematografi, editing audio visual dan visual effect. Saya Ahmad Joni, sampai jumpa lagi di artikel seputar film lainnya.

Ahmad Joni
Ahmad Joni Rutin membuat film pendek, tutorial membuat film, editing dan animasi di website ahmadjoni.com & youtube Ahmad Joni Pro

Posting Komentar untuk "Cara Membuat Kru Film Pendek Tetap Solid dan Kompak"